Persaingan antara Indonesia dan Singapura untuk menjadi pusat data cloud Asia semakin intensif. Kedua negara berinvestasi besar pada pembangunan data center berskala hyperscale untuk menampung lonjakan permintaan data regional, didorong oleh e-commerce, FinTech, dan AI.
Singapura telah lama menjadi pusat data center regional karena konektivitas kabel bawah laut yang sangat baik dan stabilitas politiknya. Namun, keterbatasan lahan dan isu keberlanjutan memaksa Singapura lebih selektif, fokus pada data center ramah lingkungan dan berteknologi tinggi.
Indonesia muncul sebagai pesaing kuat berkat pasar domestik yang sangat besar dan sumber daya energi yang luas. Pemerintah berupaya menarik investasi data center dengan menawarkan insentif dan menjanjikan energi terbarukan di masa depan.
Persaingan ini menguntungkan seluruh Asia dengan meningkatkan kecepatan internet (latency) dan redundansi data. Namun, kedua negara harus mengatasi tantangan pasokan energi berkelanjutan dan risiko bencana alam untuk mengamankan posisi mereka sebagai hub digital.
Indonesia dan Singapura bersaing menjadi pusat data cloud Asia, dengan Singapura unggul dalam konektivitas dan Indonesia unggul dalam skala pasar, keduanya berinvestasi pada hyperscale data center.

