Pariwisata Berkelanjutan di Bali: Kontroversi Pajak Turis dan Pembatasan Jumlah Kunjungan.

Pariwisata Berkelanjutan di Bali: Kontroversi Pajak Turis dan Pembatasan Jumlah Kunjungan.

0 0
Read Time:47 Second

Bali, sebagai ikon pariwisata Asia, berada di garis depan perdebatan mengenai pariwisata berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah over-tourism dan kerusakan lingkungan, pemerintah daerah menerapkan kebijakan kontroversial seperti pajak turis baru dan wacana pembatasan jumlah kunjungan di beberapa situs utama.

Pajak turis, yang ditagih kepada pengunjung internasional, bertujuan untuk mengumpulkan dana yang akan dialokasikan langsung untuk pelestarian lingkungan, infrastruktur, dan pelestarian budaya Bali. Kebijakan ini merupakan respons terhadap tekanan dari masyarakat lokal yang merasa pariwisata massal telah menggerus kualitas hidup mereka.

Wacana pembatasan jumlah kunjungan di tempat-tempat keramat atau sensitif lingkungan mencerminkan tren global untuk memprioritaskan kualitas pariwisata di atas kuantitas. Tujuannya adalah untuk menarik wisatawan yang lebih menghargai budaya dan bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang lebih otentik dan tidak terlalu padat.

Kontroversi pariwisata berkelanjutan di Bali mencerminkan dilema yang dihadapi oleh seluruh Asia Tenggara. Bali berusaha menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dari pariwisata dengan kewajiban untuk melestarikan sumber daya alam dan identitas budaya untuk generasi mendatang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%